BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

Tuesday, May 22, 2012

Semarang-Borobudur Audax 2012


Tanggal 13 Mei kemarin, Acara tahunan yang diadain sama SAMBA dan perkumpulan sepeda lain di Jawa Tengah dan sekitarnya ngadain "tour de Borobudur ke XII". (tahun lalu, saya juga ikut, klik: sini )

Kali ini lebih rapi dari sebelum-sebelumnya, dari mulai jersey yang kualitasnya bagus, polisi yang ngawal kita spanjang 80km, bayangin aja, slama perjalanan peserta  sbanyak 900an peserta acara ini bebas lampumerah dan persimpangan besar semuanya di setop kalo ada rombongan speda lewat. Di setiap tempat istirahat, disediakan minuman, dan makanan buat ngisi perut, sperti pisang, buah, roti.

Saya sendiri 'dikawal' sama mobil teman saya, rombongan tepatnya, liat aja foto-foto saya yang keren-keren itu, hehehe..

Dan karena uda tau medan dan faktor tehnik dan fisik yang lebih baik dari taun lalu, saya menempuh waktu 3jam 20menit untuk jarak bersih 79km, istirahat di pit stop 2kali (tahun lalu brenti 5kali). Ditambah, untuk ke Semarang, saya memberanikan diri/nekad buat izin di Surabaya dan naik kreta bersama speda saya yang saya tata dalam koper khusus. Uda kaya pro aja ya.. hehe

Overall, sangat, sangat , menyenangkan.
Taun depan pada ikut yok?







Tuesday, April 24, 2012

BII MayBank Balimarathon 2012.


The history just happened at April 22 , 2012. 
Event seperti ini baru kejadian kali ini. BaliMarathon 2012. Secara awam yang saya tahu Indonesia memang belum memiliki acara lari maraton bertaraf internasional. Pol-polan acara lari lokal yang diikuti temen-temen dalam negri aja.. gak se-wah yang kemarin ini. Dan rencananya mereka akan mengadakan setiap tahun. Semoga saja =]
Cek disini kalo mau tau lebih.

Bagi saya, itu adalah 10K kedua dalam hidup saya setelah 10K pertama di adidas KOTR September lalu.
Rada nyesel sih ga ikut yang half marathonnya (21km) seperti teman-teman. Tapi Alhamdulillah, target waktu saya (under 50mnt) sampe juga. Iya, waktu saya 49 menit. Saya senang.

Saya memang melakukan banyak latian untuk ini. Dari sepatu nike lunarlon, running kit serba mecing, hehe, armband dan earphone khusus untuk mendukung aplikasi endomondo dan nike+ di smartphone saya, serta meluangkan waktu buat 2-3x lari setiap minggu. setidaknya 3-5km setiap lari.

Diliat dari sisi lain, saya suka perkembangan olahraga di Indonesia. Mungkin prestasi masi jauh dari harapan. Tapi gaya hidup olahraga sekarang jadi trend. Dari sepeda sampai lari. Positif banget kan itu?

Mari lari =]



Monday, April 02, 2012

Bangga?


Ngomongin ke-profesian kami (baca: dokter), sebagian dari kami(bukan sebagian besar loh), pada bangga banget jadi dokter hingga rada nganggep profesi lain di bawah nya. Terlalu kasar sih memang kalo saya menjeneralisasi itu, tapi ada beberapa hal yang bikin risih saya. Ada bebebrapa hal, terutama sering nyantumin 'dr' di nama-nama account socmed mereka. @drMADUN ato @dr_Parmin atau dr-dr lain. Mending uda jadi dokter, eh kebanyakan yang nyantumin itu para mahasiswa s1 yg masi jauh perjalanannya.


Kami memang belajar lebih lama dari profesi lain dalam hal mencapai gelar itu. Bukan berarti kami lebih tinggi derajatnya dari profesi lain, banker, pengusaha, seniman, bla bla bla. Menurut saya kami itu sama aja. Sejak awal mahasiswa, tugas-tugas menumpuk, praktikum sering, teksbook tebal, (katanya) apalan harus kuat. Mnurut saya: nggaa!! Anak-anak tehnik lebih gila praktikum n tugasnya, tabel-tabel statistik dan angka lebih jelimet bisa aja gitu di kerjain anank-anak ekonomi, teksbook-teksbook anak tehnik informatika parah tebelnya.

Secara sejarah, memang terbukti dokter lebih nonjol disamping profesi lain, tapi itu ga pantes jadi modal buat ngebanggain berlebihan, kan? Exactly, we know better about human body's system, but life ain't about it only, right?

Mungkin ya, kalo dari hipotesa saya, proses yang di dapet dari perjalanan profesi kami, ngebikin sebagian dari kami tekurung dalam pandangan dan pikiran yang sempit, ketemu itu-itu aja, terperangkap dalam batasan-batasan prototipe dokter ideal (dari cara berpakaian, sampe pandangan 'derajat' di masyarakat). Dan emang sih, ayah ibu kita sebagian besar masi terperangkap dalam pandangan bahwa 'dokter' itu calon menantu yang bisa dibangga-banggakan.

Moga-moga saya diijinkan untuk tidak menyantumkan titel dr saya di undangan nikah saya nanti, malu-maluin, mnurut saya. Knapa? susah dijelasin, malu aja.. hehe
hehe, maaf loh kalo ada yang ga stuju, selintas aja ni di otak saya.

tapi, buat yang disana:
Hey, kita ini kecil, teman. =]

Tuesday, March 20, 2012

Bulan ke4: Arti Pulang




Lumayan ga krasa, mungkin karna rutinitas monoton yang memenuhi hari-hari saya. Kuliah dari Senin sampai Jumat, pagi sampai siang. Sore ambil data sampai hari Kamis bantuin kakak-kakak bikin laporan forum mingguan. Senin ngaji, Selasa pagi joging malemnya Basket, Rabu malem futsal, Kamis bikin laporan, Jumat jalan, Sabtu pagi Futsal lalu lanjut bobo seharian, Minggu Nyepeda Sidoarjo pagi sore bikin laporan Nerotrauma di IRD. Sela-sela itu saya juga jadi sering jalan ma anak-anak dari bagian lain sesama MKDU, temen-temen baru (kecuali ada tugs 'mulia' dari kakak kelas yang selalu bikin saya dan Gezar ngomong Jancuk tiap 5menit).
Siklus yang monoton, tapi jadinya krasa cepet.

Tanggal 18 Maret, weekend trakhir saat saya nulis ini. Sahabat terdekat saya, Erik, nikahan di Semarang. Kalo dicritain tentang perjalanan cintanya sama istrinya, Dina, dimana sedikit banyak saya ada di dalamnya (sok penting ya saya?) critanya panjang, jadi ga saya critain disini ya..
Jadilah saya 'meksa' untuk pulang ke Semarang, kalo diitung itung saya jarang pulang untuk ukuran jarak Surabaya-Semarang yg cuma 4jam naik kreta..

Singkat cerita, terjadi banyak hal, bisa disebut kepulangan kali ini diantara penyelesaian masalah-masalah yang saya tinggalin selama pindah kesini, dan melipur rindu dari penatnya suasana Surabaya (bukannya ga krasan, tapi mnurut saya, ditunjang dengan rutinitas sekolah awal yang gateli, tapi secara kota saya ga suka Surabaya, belum suka.).




  • Saya ketemu sama teman-teman Semarang saya, secara dari SD saya uda temenan dan satu lingkungan sama Erik, dan Dina juga saya deket, dan taulah Semarang itu kaya Friendster kecil, semua orang berhubungan. iya, kecil banget.
  • Kota Semarang sendiri, udaranya, jalan-jalannya, orang-orangnya, bangunan-bangunannya, teksturnya, semua-semuanya. Kalo ada ibu kota provinsi di Jawa (saya g tau slain pulau Jawa) yang stagnan, ga pernah brubah, gitu-gitu aja, ya Semarang jawabnya. Dan ke-subjektif-an saya ini juga karna saya emang lahir dan besar disini. Mohon maklum ye.. =]
  • Arti keluarga. Kebetulan kakak saya dan suaminya juga hadir untuk nikahan Erik, kenal baik juga mereka. Jadinya kami , kluarga saya bisa berkumpul "lengkap". Mungkin saat dulu saya ga nganggep sarapan bareng ato pergi makan bareng itu artinya seged yang saya rasakan sekarang. Ayah saya sibuk operasi, Adek saya uda mau Koas dan sibuk pacaran, Mama sibuk ngurusin ini itu dan jadi gendut *halah, kakak saya yg uda jadi orang juakuartah ikut suaminya, dan saya duduk di bawah langit kota yang jaraknya lebih dari 300km dari rumah. Selain itu, baru kali ini saya memecahkan masalah saya, tentunya yang berhubungan dengan ortu, ngomong baik-baik, dan amazingly, mreka nerima argumen saya. Tentang nikah, saya nunda, padahal mreka minta cepet, sepaket sama calonnya. Mreka stuju saya nunda. hehe.. (biasanya kalo beda paham gitu diskusi kami diakhiri pertengkaran.)
  • Get away to Jepara with my special agent. bersama si Icil, si agen Bulan saya. =]
  • Meng-clear-kan masalah says same Arwen saya. Mungkin teman-teman yang pernah iseng baca tumblr saya, tau lah siapa itu si Arwen, minimal ngebayangin liv Taylor bojonya Aragon di LOTR. hehe.. Mungkin lain kali saya ceritain di postingan lain tentang Arwen ini. Too complex, too dreamlike, too lovely, too hurty..
Trakhir saya kumpul bareng di BaksoMania, warung Bakso kelolaan keluarga Erik-Dina sebelum kami berpencar ke kota masing-masing.

Kalo beberapa waktu lalu, saya pengen merantau sangat itu, salah satunya untuk ini, memiliki perasaan 'pulang'. Mungkin banyak yang belum atau banyak juga yang uda ngrasain hiperbol rasa saya ini?

iya, Pulang.

and, i feel much better now =]

Thursday, March 08, 2012

mendaki Kembar Dua (Arjuna) -2,end-

Kami mengikuti setapak setapak yang biasa dilalui para pencari kayu bakar, mbah Garmin hanya bisa nunjukin arah puncak, stidaknya itu ngebantu biar ga salah arah, ga lucu kan, kita nanjak segitunya tapi ga sampe puncak malah k ujung tebing yang jurangnya nuju ke istana underworld-nya Hades?

Setapaknya banyak banget yang bercabang, streamline (tali-temali/tanda yang ditinggalkan para pendaki di dahan-dahan buat nunjukin jalan 'yang bener') yang ada malah kadang bikin kita tersesat. Kalo dikumpulin, kami tersesat bisa ada 3-4jam sendiri, kami ngkikutin streamline, lalu ga ada jalan lagi, ato malah ke tebing yang g ngarah kepuncak, ditambah hujan, lalu kami turun ke titik lebih bawah untuk mengulang meniti setapak lagi, yang ternyata setapak yang benar banyak yang ketutupan semak semak dan dahan yang menyilang.

Kami pun menyimpulkan kalo jalur kami ke puncak ini memang jarang dilewati, sampah-sampah seperti bungkus permen atau yang lain yang Alhamdulillah sering jadi penunjuk jalan ini, juga sudah pada usang, nunjukin kalo itu udah lama. Dan yang paling asoi adalah pada ketinggian sekitar 2700an, kami harus menembus hutan pinus yang hutan itu (mungkin) satu-dua tahun trakhir ini mengalami kebakaran, absolut ga ada setapak, jadi kami melewati, menembus pohon-pohon besar sampai kecil yang rubuh, berlapis arang, dan sarang laba-laba yang dengan keterpaksaan kami rusak biar bisa lewat. So much critical point in those journey we had through, iya, emosi kami berdua begitu diuji, selain fisik tentunya. Senangnya saya sama Zaki sama-sama tipikal bisa mendam, hanya diem-diem aja, mungkin sama-sama memehami filosofi perjalanan seperti ini, pasti adddaaa aja... *tsaaah

Banyak sekali keindahan yang kami temukan disamping penderitaan-penderitaan itu, ini gunung pertama yang banyak 'hot steam' (lubang-lubang yang mengeluarkan asap panas dari inti bumi, kadang berbau belerang) nya di ketinggian tertentu. Jadi kaya setting film-film kolosal cina saat pendekar-pendekar bertarung dalam hutan yang keluar asep2 sebagai backgroundnya *opotoh..

Kami berjalan diatas hutan dengan tanjakan lumayan tajam, Alhamdulillah perjalanan yang kami tempuh dari jam 8-9an pagi kami akhiri pada skitar pukul 4-5an sore di padang rumput yang lumayan datar dan luas buat ngecamp, terletak antara puncak satu dan dua, kami memutuskan disini, dan melanjutkan misi muncak kami pada sebelum subuh keesokannya, kami sangat lelah dan kedinginan (tadi sempet kehujanan juga), setelah bersih-bersih, bangun tenda, masak-masak, kami menikmati sunset (sebenarnya zaki aja yang nikmatin, saya uda di dalam sleepingbag karna menggigil kedinginan skitar 1jam-an), kami istirahat sampai jam3 dini hari. Malam itu begitu sunyi, langit sangat cerah, sesekali kami menengok keluar dan menikmati indahnya ribuan rasi bintang yang dengan tak senonoh terlihat jelas di langit malam yang sangat cerah.

Pada jam 3an kami bangun, skitar stgh jam kami bersiap-siap, hanya membawa minum dan sejumlah cemilan di ransel kami, berjalan menuju puncak dua, ujung dari misi kami, yang kami tempuh skitar 45menit dari tempat kami ngecamp.

Kami sampai puncak tepat pada saat matahari masuk gerbang terbit, lanit di atas kepala kami masih gelap, namun fenomena di ufuk timur yang warnanya mulai nyampur antar biru dongker dan orange. indah. speechless.
Zaki bertanya pada saya, siapa yang mau azan, saya spontan mengiyakan, slama ini saya 'cuma' solat di puncak, kali ini saya azan. merinding, bukan karna dingin (meski jari saya uda ga krasa karna hampir beku, lupa bawa kaostangan euy), tapi karna merasa begitu kecil , begitu lemah, begitu... hmmm, ga ngerti diskripsinya gimana. Sungguh pengalaman spiritual indah. Mentaripun pelan-pelan terbit, sekeliling pandangan kami hanya langit, batas cakrawala, puncak arjuna, welirang, dan beberapa gunung kecil d sekitar awan-awan yang begitu indah menutupi kaki-kakinya.

Singkat cerita, sperti pendaki pada umumnya, kami menikmati 1-2jam an momen di puncak dengan diam, foto-foto, diam, foto-foto, diam,, =]

Pada jam8an kami meringkaskan barang-barang kami, mengisi perut kami, lalu mulai turun... Kami pun beberapa kali tersesat tapi cepat menemukan jalan yang benar (turun gunung lebih jelas ngeliat setapak). lutut saya, angkle saya mulai lemas, tapi saat itu hanya kepulangan yang dirindui.

Kami sampai di Surabaya skitar sore jam4an, Alhamdulillah. Kepulangan adalah 'the real finish' kata Zaki.















Wednesday, February 29, 2012

Mendaki Kembar Dua (Arjuna) -1-


"Naik gunung yok!" itu yang saya katakan secara spotan dari dalam hati kepada teman baru saya, Zaki, yang notabene adalah tipikal (passionnya) pecinta alam.

Kebetulan atau bukan, jarang sekali teman-teman sejawat saya, di lingkungan saya yang masih mau diajak untuk berpetualang. (baca: naik gunung)

Saya adalah tipikal pendaki 'seadanya', ga terlalu curious, tapi butuh ngalam setidaknya 2-3kali setahun. Iya, puncak gunung itu salah satu get away terindah, absolut. Saya sendiri selalu minjem semua peralatan outdoor untuk naik gunung.

Tanggal 25 kemaren, saya dan zaki mulai melakukan perjalanan itu. Kami hanya berdua.
Kali ini saya mendaki dengan lengkap, tentu saja minjem zaki smua, hehe. Dari carier, plonco, alat masak dan makan, spatu outdoor, dll dll, pokoknya anak pcinta alam banget deh.

Gunung Kembar dua (3126mdpl/meter diatas permukaan air laut), adalah salah satu dari 4 puncak yang berjejeran. Mulai dari Welirang (3156mdpl), kembar 1 (3052mdpl), dan Arjuna (3339mdpl). Zaki sendiri belum pernah ke sini, motivasi dia untuk memuncaki kembar 2 adalah karena hanya penasaran, karena ke 3 gunung di sebelahnya ida dia daki. Sangar ni anak.. hehehe
kami 'hanya' bermodalkan embah Garmin (GPS tools ituloh) dan keterangan dari http://www.gunungbagging.com/arjuno/

Kenapa 'hanya' karena didalam perjalanannya, saya tersadari bahwa gunung kembar dua ini jarang di daki. Setapak 'gak jelas' dan bekas kebakaran hutan di beberapa spot membuat kami seperti 'nerabas' hutan. Hal paling 'GILA' yang pernah saya lakukan selama berpuluh kali saya naik gunung.

Kami diantar seorang teman dari Surabaya ke daerah Cangar (1700mdpl) via Pacet (mojokerto) yang memeakan waktu 2,5jam dari Surabaya. Kami berangkat pada Jumat sore, dan sampai pada kaki gunung, di depan sebuah desa yang menjadi pintu masuk perjalanan kami.

Tepat jam setengah8 malam itu, kami memulai. tampak sunyi, cuaca cerah, bintang-bintang begitu indah, angin malam yang membuat pori-pori kami menutup, uap yang terlihat keren keluar dari mulut kami saat ekspirasi, dan dengungan lagu-lagu akira kosemura di kepala saya.

Iya, saya selalu gembira saat seperti itu, memulai yang saya kangeni.

(gambar diunduh dari sini )